Trik Pokok Mengatasi Kenakalan Remaja - Kebanyakan
orang tua di jaman ini sangat sibuk mencari nafkah. Mereka sudah tidak
mempunyai kesempatan untuk mengikuti terus kemana anak-anaknya pergi. Padahal, kenakalanremaja
bersumber dari pergaulan serna kenakalan anak sekolah. Oleh karena itu,
orangtua hendaknya memberikan inti pendidikan kepada para remaja. Inti
pendidikan adalah sebuah pedoman dasar dalam pergaulan yang padat, singkat dan
mudah diingat serta dilaksanakan.
Dengan
memberikan pendidikan ini, kemana saja anak kita pergi dia akan selalu ingat
pesan orangtua dan bisa menjaga dirinya sendiri. Anak akan menjadi mandiri dan
dipercaya, karena dirinya sendirinyalah yang mengendalikan dirinya. Selama
seseorang masih membutuhkan pihak lain untuk mengendalikan dirinya, selama itu juga
dia akan berpotensi melanggar peraturan jika si pengendali tidak berada disampingnya.
Inti pendidikan
ini untuk mengatasi kenakalan anak (pelajar sma, smaa dan geng motor) terdiri
dari dua hal yaitu:
Malu untuk Berbuat Jahat
Benteng penjaga
pertama agar anak remaja tidak salah langkah dalam hidup adalah menumbuhkan
rasa malu melakukan perbuatan yang tidak benar. Dalam memberikan pendidikan,
orangtua harus tegas dapat menunjukkan kepada anak perbedaan serta akibat dari
perbuatan benar dan tidak benar. Kejelasan orangtua menerangkan hal ini bisa menghilangkan
keraguan anak dalam mengambil tidnakan dan keputusan. Keputusan untuk memilih
kebaikan dan menjahui kejahatan. Penjelasan hal ini sebaiknya diberikan sejak
dini, Semakin awal akan semakin baik.
Takut Akan Akibat
Perbuatan Jahat
Apabila anak semakin
besar, orangtua selain menunjukkan suatu perbuatan tertentu tidak pantas, serta
memalukan untuk dilakukan anaknya, maka orangtua bisa meningkatkannya dengan
memberikan penjelasan tentang akibat perbuatan buruk yang dilakukan. Akibat
buruk adalah yang diterima oleh si anak, kemudian terangkan juga dampak negatif
yang diterima orangtua, keluarganya dan lingkungannya. Orangtua bisa memberikan
perumpamaan bahwa jika diri sendiri tidak mau dicubit, jadi janganlah mencubit
orang lain. Artinya, jika kita tidak senang terhadap perbuatan tertentu maka
jangan dilakukan perbuatan itu.
Rata-rata seluru
mahluk, dalam hal ini, manusia lah yang memiliki perasaan serupa. Penjelasan
ini akan membangkitkan kesadaran anak bahwa perbuatan buruk yang tidak ingin
dialaminya akan menimbulkan perasaan sama bagi orang lain. Dan apalagi jika
telah tiba waktunya nanti hari pembalasan akan tiba dan menghampiri.
Menumbuhkan
perasaan malu dan takut melakukan perbuatan buruk ataupun berbagai bentuk
kejahatan akan menjadi ‘pengawas setia’ dalam diri setiap manusia, khususnya
para anak remaja. Selama 24 jam dalam sehari, ‘pengawas’ ini melaksanakan
tugasnya. Kemanapun remaja itu pergi, dia akan selalu bisa mengingat dan
melaksanakan kedua hal yang sederhana ini. D ia akan selalu bisa menempatkan
dirinya sendiri di lingkungan apapun juga sehingga mampu membahagiakan diri
sendiri , orangtua juga lingkungannya. Orangtua sudah tidak akan kuatir lagi dalam
menghadapi anak-anaknya yang beranjak dewasa. Orangtua tidak ragu menyongsong
era globalisasi. Orangtua akan merasa mantap dengan persiapan mental yang sudah
diberikan kepada anak-anaknya. karena itu, pendidikan anak dari masa kecil,
akan dapat dinikmati hasilnya pada hari tua nanti.
Semoga artikel
dan tulisan tentang kenakalanremaja ini bermanfaat untuk orang tua yang
sedang mendidik anak pada masa sekarang ini.